Langkah-Langkah Pembuatan Basis Data

  1. Sebelum membuat sistem informasi (software), maka langkah pertama yang harus dilalui adalah tahapan SDLC terlebih dahulu. SDLC merupakan bagian dari serangkaian persiapan yang dilakukan sebelum software dibuat.
  2. Buku referensi: – Kendal & Kendal dan Jogiyanto
  3. Tahap awal yang dilakukan dalam pembuatan sebuah basis data adalah
    1. Membuat dokumen flow
    2. System flow
      1. Flow chart
      2. Cedo Code (Berupa narasi atau sekenario)
    3. Diagram Conteks (DFD-0) – Data Flow Diagram
      1. DFD 1
      2. DFD 2
      3. DFD N
    4. ERD
  4. Beberapa software yang bisa digunakan terkait pembuatan Basis data adalah sebagai berikut:
    1. DBMS
    2. Oracle
    3. MySQL
    4. Posgree
    5. Access
    6. Power Designer
      1.   AM = Analisis Model
      2.  PA = Proses Analisis (DFD)
      3.  DA = Data arsitektur (ERD)
      4.  MW = Meta/Menu
    7. Db_designer
    8. EA
    9. Rasional Rose

Contoh Kasus:

Membuat Basis Data Untuk Kasir

  1. SDLC
  2. DOCUMENT FLOW = Ada panduannya sendiri tentang bagaimana cara pembuatannya
    1. Menentukan entitiy yang terlibat dalam sistem (intinya adalah siapa yang memberi data dan siapa yang menerima data)

Contoh Dokumen Flow:

Document Flow

Catatan:

-     Entity berasal dari internal dan eksternal sistem

  • Awal : orang yang memberi dokumen
  • Akhir : orang yang menerima dokumen

System Flow

System flow merupakan gambaran sistem secara terkomputerisasi. Simbol yang digunakan sama dengan penggunaan simbol pada Dokumen Flow, hanya saja pada dokumen flow, masih berupa manual tanpa adanya bantuan dari perangkat komputer.

Catatan: Dalam bagian system flow ini, ada salah satu bagian yang bisa lebih di detilkan lagi mengenai proses yang berjalan didalamnya. Untuk memperjelas proses yang berjalan pada sebuah bagian, bisa digunakan flow chart ataupun cedo code.

Setelah Dokumen flow dan System flow berhasil dibuat, maka langkah selanjutnya adalah kita menggambarkan proses aliran data yang akan berjalan di dalam sistem. Untuk melakukannya kita perlu membuat yang namnya DFD (Data Flow Diagram) yang bila diartikan dalam bahasa Indonesianya Diagram aliran Data (DAD).

DAD sendiri ada beberapa level tingkatan, yang semakin lama tentunya semakin detil hal yang perlu dibahas. Adapun alat yang bisa membantu kita untuk membuat DFD ini adalah software power Designer ataupun Sybase.

Berikut ini adalah contoh dari hasil penggunaan DFD pada Power Desinger.

Diagram Context (DFD-0)

 

DFD 0

Kemudian dari DFD 0 ini masih bisa dikembangkan lagi, untuk masing-masing proses yang terjadi. Maka proses pengembangan selanjutnya dinamakan DFD-1. Contohnya adalah sebagai berikut:

 

DFD-1

DFD ini bisa sampai berapa saja, tergantung dari pembuat sistem, samapai proses sudah tidak perlu untuk dikembangkan lebih lanjut.

Setelah berhasil membuat DFD, langkah selanjutnya adalah membuat ERD. ERD ini berfungsi untuk merelasikan antar entity yang ada atau yang terkait pada sistem.

About these ads

One thought on “Langkah-Langkah Pembuatan Basis Data

  1. Pingback: Pembuatan Basis Data | Teaching and Learning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s